Desain Lanskap – Prinsip-prinsip Mendesain Taman

Warna, garis, tekstur dan skala adalah alat-alat yang biasanya digunakan dalam kombinasi untuk menyesuaikan prisnsip desain lanskap. Prinsip desain itu sendiri meliputi unity (kesatuan), balance (keseimbangan), transisi, fokalisasi, proporsi, rhytm (irama), repetition (pengulangan) dan simplicity (kesederhanaan). Semua prinsip ini saling berinteraksi untuk menghasilkan desain lanskap taman seperti yang diharapkan.

Prinsip Desain Lanskap

Kesatuan (Unity)

Kesatuan bisa didapatkan dengan adanya efektifitas penggunaan komponen dalam sebuah desain untuk mengekspresikan ide utama melalui gaya yang konsisten. Prinsip ini di tonjolkan dengan konsistensi dari karakter antara unit-unit dalam lanskap. Penggunaan elemen-elemen untuk mengekspresikan suatu tema yang spesifik akan menciptakan harmoni. Unity dapat dicapai dengan menggunakan massa tanaman dan pengulangan.

Prinsip desain lanskap taman
Kesatuan dalam Taman Gaya Jepang

Saat semua bagian dari komposisi atau lanskap tampak hadir bersama, mereka tampak sesuai. Sebuah perasaan alami akan terasa saat setiap area aktifitas menjadi milik dan menyatu dengan keseluruhan lanskap. Semua yang dipilih untuk sebuah lanskap harus melengkapi skema utama dan harus memenuhi beberapa tujuan fungsional.

Baca juga: Menata Taman Depan Rumah Agar Lebih Menarik

Keseimbangan (Balance)

Balance dalam desain merujuk pada keseimbangan atau kesamaan dari atraksi visual. Keseimbangan yang simetris akan tercapai saat satu sisi dari suatu desain menjadi gambaran cermin dari sisi lainnya. Garis yang sama, bentuk, tekstur atau warna berada pada kedua sisi dalam desain simetris.

Keseimbangan asimetris menggunakan bentuk yang berbeda, warna dan tekstur untuk mendapatkan keseimbangan atraksi visual. Komposisi yang berlawanan pada sisi lain dari garis tengah ini akan menciptakan atraksi yang sebanding. Misalnya massa mungkin berlawanan dengan warna atau garis linear berlawanan dengan ketinggian.

Desainer lanskap harus terlatih untuk memanipulasi elemen-elemen desain untuk menciptakan keseimbangan asimetris. Poros tengah harus ditentukan dan kemudian dibangun dengan elemen-elemen seni dan prinsip desain lainnnya dalam artikel ini.

Transisi (Transition)

Transisi adalah perubahan secara gradual. Dapat diimplementasikan melalui warna yang diilustrasikan dengan urutan radial diatas roda warna. Prinsip transisi dapat dicapai dengan mengatur objek-objek dengan variasi tekstur, bentuk, atau ukuran dalam urutan yang logis. Sebagai contoh dari tekstur kasar ke halus, bulat ke oval ke bentuk struktur yang linear, silindris ke globular hingga tidak teratur.

Perencanaan dengan jumlah yang tidak terbatas dapat terjadi dengan kombinasi berbagai elemen dalam variasi ukuran, bentuk, tekstur dan warna untuk membentuk transisi. Perlu diingat, transisi merujuk pada perspektif komposisi 3-dimensi, bukan hanya penampakan yang datar (2 dimensi).

Kita bisa menggunakan prinsip desain lanskap transisi untuk memperluas dimensi visual diantara dimensi aktual. Sebagai contoh, garis radikal dalam area pribadi dari lanskap dapat digunakan untuk membingkai atau memfokalisasi pemandangan danau. Transisi material tanaman sepanjang garis ini dapat menjadikan pemandangan ini sebagai bagian dari lanskap.

Proporsi (Proportion)

Proporsi merujuk pada ukuran dari bagian dari desain dalam hubungannya dengan yang lain dan kepada desain secara keseluruhan. Suatu pohon mahoni yang besar dan tinggi mungkin dapat melengkapi sebuah bangunan kantor tapi mungkin akan mengecilkan suatu tempat tinggal biasa.

Sebuah kolam yang kecil mungkin akan hilang dalam suatu lapangan rumput yang luas, tapi mungkin akan tampak cantik sekali dalam sebuah area privat kecil. Dan tentu saja, sebuah air mancur kolosal dapat mendominasi sebuah kebun pribadi tetapi dapat memperluas sebuah plaza kota.

Proporsi dalam desan lanskap biasanya berhubungan dengan manusia dan aktifitasnya. Hubungan antara ukuran yang diinginkan dari komponen-komponen dalam suatu desain harus menghadirkan suatu masalah kecil bagi desainer yang mempertimbangkan prinsip ini secara rutin dalam proses-proses yang dilakukan secara sistematik.

Baca juga: Pohon Peneduh untuk Taman Rumah Minimalis

Irama (Rhytm)

Irama dapat dicapai saat elemen-elemen dalam sebuah desain dapat menciptakan suatu perasaan dari pergerakan yang menuntun mata yang melihat melalui atau bahkan diluar area yang didesain. Elemen seperti warna, garis dan bentuk dapat diulang untuk mendapatkan irama dalam desain lanskap. Irama dapat mengurangi kebingungan dalam desain.

Fokalisasi (Focalizations)

Focalization mencakup pengarahan observasi visual kearah sebuah fitur dengan menempatkan fitur ini pada titik hilang diantara garis radial atau yang mendekati. Garis radial yang tegas dalam gambar menciptakan focalization yang kuat saat dibandingkan dengan garis kurva. Mata pengamat akan secara cepat diarahkan sepanjang garis lurus ke titik fokal.

Umumnya, garis yang mengalir dari fokalisasi menjadi keinginan dalam suatu lanskap tempat tinggal. Transisi dari tanaman atau objek lainnya sepanjang garis ini dapat memperkuat atau memperlemah fokalisasi. Fokalisasi dapat diatur dengan material tanaman sepanjang garis untuk menciptakan fokalisasi simetris atau asimetris.

Baca lebih lanjut tentang Focal Point dalam Desain Lanskap

Pengulangan (Repetisi)

Pengulangan merujuk pada pengulangan penggunaan fitur seperti tanaman-tanaman dengan persamaan bentuk, garis, tekstur dan warna. Namun terlalu banyak pengulangan akan menciptakan kesan yang monoton, tapi saat digunakan dengan efektif dapat mengarahkan pada irama, fokalisasi, dan penekanan. Unity dapat dicapai dengan lebih baik jika dikombinasikan dengan repetisi.

Baca juga: Tanaman Pagar Terbaik untuk Halaman Rumah Anda

Kesederhanaan (Simplicity)

Kesederhanaan bersambungan dengan pengulangan dan dapat dicapai dengan mengeliminasi detail yang tidak perlu. Variasi atau detail yang terlalu banyak akan menciptakan kebingungan persepsi. Prinsip kesederhanaan adalah pereduksian desain lanskap menjadi desain lanskap taman paling sederhana. Menjadikan desain sebagai bentuk yang fungsional, yang menghindari biaya dan perawatan yang tidak perlu.

Sumber: Prinsip Desain Lanskap

Sharing is caring!