Pohon Beringin – Ficus benjamina

Ficus benjamina

Nama dan Klasifikasi Pohon Beringin

Pohon Beringin atau Ficus benjamina adalah salah satu anggota marga Ficus dengan ukuran yang besar, menyebar, dan bersifat mencekik yang berasal dari Asia. Ficus adalah genus besar dari sekitar 800-1000 spesies pohon dan semak asli daerah tropis dan subtropis yang sering dibudidayakan di luar wilayah asalnya sebagai tanaman hias. Anggota marga ini sulit dibedakan berdasarkan bunganya, tetapi dapat dibedakan berdasarkan kebiasaan, apakah beringin atau tidak, berdasarkan bentuk daun, dan dari buahnya.

Tumbuhan ini dikenal juga sebagai tanaman hias, tetapi terdaftar sebagai gulma lingkungan. Beberapa nama lain dari Beringin yang dikenal secara internasional yaitu Benjamin tree; Benjamina fig; Benjamin’s-tree; golden fig; java fig; javatree; oval-leaf fig tree; small-leaf rubber-plant; tropical laurel; weeping fig tree (Inggris), chui ye rong; cong mao chui ye rong (Cina). Beberapa nama lokal beringin di Indonesia yaitu bergedat; caringing; rwaringin; sepreh; nanu merako.

Nama spesies F. Benjamina kadang-kadang dieja benzamina. Kemungkinan nama tersebut mengacu pada hubungan dari tanaman ini dengan sumber resin atau benzoin yang diperoleh dari Timur pada zaman kuno. Nama ini bisa jadi juga berhubungan dengan julukan khusus dari beringim dalam bahasa Sanskerta, yaitu ‘banij’. Nama umum bahasa Inggrisnya ‘weeping fig’ mengacu pada cabang-cabangnya yang terkulai serta akar udaranya yang turun dari cabang ke tanah.

Berikut adalah taksonomi pohon beringin Ficus benjamina

Domain:Eukaryota
Kingdom:Plantae
Phylum:Spermatophyta
Subphylum:Angiospermae
Class:Dicotyledonae
Order:Urticales
Family:Moraceae
Genus:Ficus
Species:Ficus benjamina

Asal dan Habitat

Secara alami, Pohon Beringin Ficus benjamina dapat ditemukan tumbuh di Anak benua India, Cina Selatan, Taiwan, Filipina, Malaysia, Indonesia, Papua Nugini, Australia (Teritorial Utara, Queensland), Pasifik Barat Daya (Kepulauan Solomon). Pohon ini tumbuha pada ekosistem Hutan Hujan Primer, Hutan Hujan Sekunder, Hutan Monsun.

Habitus Pohon Beringin

Tinggi Pohon Beringin dapat mencapai ukura 15 m dengan tajuk berbentuk bulat dan atau menyebar. Seperti spesies Ficus lainnya, setiap bagian tumbuhan ini akan mengeluarkan getah susu jika terluka. Batangnya agak pucat dan licin serta dapat tumbuh hingga ketebalan 3m pada pohon dewasa di luar ruangan.

Daun Pohon Beringin sederhana, berselang-seling, bilah bulat telur hingga elips, panjang 4-12 cm (1 5 / 8-5 inci), biasanya berwarna hijau muda, urat halus, dengan ujung lancip atau tipis. Dedaunan berbentuk bulat telur, dengan puncak aristate, dan dengan tepi yang sedikit bergelombang. Permukaan abaksial mengkilap dan berwarna hijau muda, sedangkan permukaan adaxial lebih kusam. Panjangnya sekitar 4,5 hingga 6cm, dan lebar sekitar 3,5cm.

Dedaunan terkulai dari cabang, karakter ini yang menjadi dasar penamaannya sebagai Weeping Fig(Ara Menangis). Seperti spesies Ficus lainnya, dedaunan dan cabang memancarkan getah putih seperti getah saat terluka.

Buah-buahan dapat ditemukan di pohon itu sepanjang tahun. Buah berwarna jingga, merah, merah muda, atau ungu, subglobose synconium panjang 7-12 mm (1 / 4-1 / 2 in), dipasangkan di axils daun. Buah Buah ara dari spesies ini berukuran kecil (berdiameter sekitar 3cm), bulat, merah atau oranye kemerahan dan biasanya berkembang pada sumbu daun.

Akar gantung adalah fitur menarik dari pohon beringin. Akar gantung tanaman beringin berfungsi untuk menyerap air dan mineral serta membantu pernafasan tanaman tersebut. Umur tanaman beringin bisa mencapai ratusan tahun.

Baca juga: Pohon Walisongo, Daunnya Unik Buahnya Menarik

Pemeliharaan Pohon Beringin

Pohon Beringin mentolerir keteduhan, kekeringan, dan berbagai jenis tanah, bahkan benihnya bisa berkecambah di tembok yang retak. Mereka dapat beregenerasi dengan akar udara, stek dan biji, dan tumbuh dengan cepat hingga ketinggian hingga 15 meter. Pertumbuhannya menciptakan tutupan padat yang mencegah pertumbuhan apa pun di bawahnya. Sistem akar yang kuat dan ekstensif menyerang kebun dan dapat mengangkat trotoar dan jalan. Berdasarkan ciri-ciri ini, Beringin kemungkinan besar memiliki risiko introduksi yang tinggi.

Beringin lebih menyukai sinar matahari penuh hingga teduh parsial, dan penyiraman sedang. Untuk tanaman luar ruangan, diperlukan sedikit perawatan khusus. Untuk tanaman di dalam ruangan, perawatan harus dilakukan agar tidak terjadi ovewater atau tanaman akan mengalami gugur daun dan kemungkinan akan terjadi busuk akar. Tempatkan Pohon Beringin pada area seterang mungkin tetapi jauh dari sinar matahari langsung. Tingkat cahaya, penyiraman dan kelembaban harus dijaga agar tetap konstan untuk menghindari gugurnya daun.

Pemupukan dilakukan menggunakan NPK dengan kandungan nitrogen tinggi (masa pertumbuhan) dan NPK kandungan fosfor tinggi pada masa pembungaan) tinggi.

Pohon Beringin dapat diperbanyak dengan marcotting atau dengan stek batang biji, setek batang, dan cangkok.

Gangguan

Spesies ini rentan terhadap sejumlah patogen dan predator. Spesies kutu daun Gynaikothrips uzeli merupakan hama bagi Ficus benjamina yang dibudidayakan di sejumlah negara. Kutu daun pertama kali diidentifikasi di Australia, diungkapkan bahwa thrip tergolong hama F. benjamina di Asia Selatan dan Amerika. Trilocha dapat menyebabkan penggundulan dan kematian F. benjamina di Filipina. Spesies Thrip termasuk Gynaikothrips garitacambroneroi dilaporkan pada F. benjamina di Kolombia.

Fungsi Arsitektural dan Ornamental

Pohon Beringin F. benjamina umumnya ditanam sebagai tanaman hias dan pohon peneduh. Buahnya merupakan fitur yang atraktif dan bisa menjadi focal point atau point of interest dalam taman. Tumbuhan tropis ini juga umum digunakan sebagai tanaman dalam kontainer, tanaman interiorscape/dalam ruangan, tanaman pagar/penyaringan, tanaman topiary. Beringin juga sering ditanam di desa dan kuburan.

Pohon Beringin juga merupakan salah satu kultivar yang sangat populer untuk bonsai dalam ruangan. F. benjamina kadang-kadang digunakan untuk lansekap di daerah perkotaan dan perumahan, dan ditanam di sepanjang tepi jalan,

Pohon Beringin cocok untuk digunakan dalam taman bergaya naturalistik dan bergaya tropis. Percabangan yang rapat merupakan tempat favorit beberapa jenis burung untuk bersarang. Buahnya yang disenangi berbagai jenis burung dan mamalia menjadikan pohon ini sangat cocok untuk tanam dalam taman kaya biodiversitas.

Beringin sebenarnya bukan pohon yang baik untuk ditanam di dekat jalan, jalan setapak atau tempat parkir  karena dapat mengangkat jalan dan trotoar seiring waktu karena sistem akarnya yang kuat menyebar. Pohon ini juga terlalu besar untuk ditanam di halaman rumah, kecuali jika digunakan sebagai pagar atau dipangkas secara reguler untuk menjaga agar ukurannya tetap.  

Manfaat lainnya

Kulit kayu Pohon Beringin dulunya digunakan untuk membuat tali. Spesies ini diketahui memiliki getah beracun seperti berbagai anggota famili Moraceae lainnya, meskipun tidak terlalu parah. Getah tanaman dari semua bagian tanaman dilaporkan memiliki toksik furocoumarins, psoralens, dan ficin, yang menyebabkan iritasi kulit ringan.

Buah ara dianggap sebagai buah yang tidak dapat dimakan tetapi tidak beracun, dan menarik bagi burung. Mereka dapat ditanam di vivarium reptil untuk lansekap dan tempat berlindung serta untuk makanan.

Pustaka:
https://www.cabi.org/isc/datasheet/24065#tosummaryOfInvasiveness
https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/2/9/2902

Sharing is caring!