Pohon Cincau Hitam, Mengenal Lebih Dekat

Mesona palustris

Nama dan Klasifikasi

Pohon cincau hitam atau dikenal dengan nama janggelan adalah spesies tumbuhan perdu rendah. Spesies tumbuhan ini memiliki nama sinonim Geniosporum parviflorum Wallich ex Benth. (1830), Mesona wallichiana Benth. (1848), M. parviflorum (Wallich ex Benth.) Briq. (1897).

Berikut ini adalah klasifikasi dari tanaman cincau hitam:

Kingdom:Plantae
Subkingdom:Tracheobionta
Super Divisi:Spermatophyta
Divisi:Magnoliophyta
Kelas:Magnoliopsida
Sub Kelas:Asteridae
Ordo:Lamiales
Famili:Lamiaceae
Genus:Mesona
Spesies:Mesona palustris BL

Asal dan Habitat

Mesona palustris atau tanaman cincau hitam berasal dari wilayah India dan Burma (Myanmar) hingga Indo-Cina. Dari sana menyebar ke wilayah Malesian, khususnya Sumatera Tengah, seluruh Jawa, Kepulauan Sunda Kecil (Bali, Lombok, Sumbawa), Sulawesi, Filipina (separuh utara Luzon) dan New Guinea Timur (Wau). M. palustris dibudidayakan di Jawa. Tumbuhan ini dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian antara 150-1800 meter dari permukaan laut.

Habitus Tanaman Cincau Hitam

Tanaman Cincau Hitam adalah tanaman tahunan, tegak, bersifat aromatik, tinggi dapat mencapai 30-50 cm, dengan sistem akar yang berkembang dengan baik. Daun tanaman cincau hitam berwarna hijau, berbentuk lonjong, tipis lemas dan ujungnya runcing. Pangkal tepi daun bergerigi, dan memiliki bulu halus. Panjang daun sekitar 10 cm dan bertangkai sekitar 2 cm. Letak daun saling berhadapan dan berselang-seling dengan daun berikutnya. Daun muda dan daun tua berwarna hijau hingga hijau tua. Setelah mengering, warna daun menjadi kuning dan kemudian gugur.

Batang ramping, berbentuk segi empat tumpul, sering bercabang dari pangkal, tidak bercabang atau hanya bercabang sedikit di pucuk, tipis hingga rapat padat dengan rambut keriting pendek.

Perbungaan aksila atau terminal, panjang 5-20 cm, terdiri dari verticillaster berbunga banyak. Pedicel sepanjang 5-6 mm; kelopak campanulate; corolla pink atau lilac-white; benang sari 4, dalam 2 pasang, filamen lengan panjang, 2 yang paling anterior terpanjang, pasangan posterior menempel di pangkal; ovarium 4-lokuler, bentuk sebentar 2-fid; cakram bungkuk, di sisi anterior berbentuk lidah pendek. Buah berukuran kecil, ellipsoid, pipih, 1 mm × 0,4-0,7 mm, seperti butiran halus.

Baca juga: Memelihara Paku Suplir (Adiantum) yang Cantik

Pemeliharaan Pohon Cincau Hitam

Pohon cincau hitam mudah dibudidayakan, terutama di daerah dataran menengah hingga tinggi. Tanaman tersebut umumnya cocok ditanam di tegalan, pekarangan, dan ladang secara monokultur atau tumpang sari dengan tanaman lain.

Pengolahan Lahan

Melihat karakteristiknya, tanaman Cincau Hitam ini mudah tumbuh di mana saja. Namun tidak berarti tanaman ini tidak butuh perlakuan sama sekali. Pengolahan lahan sebagai langkah sangat penting untuk diperhatikan. Tanah sebaiknya digemburkan agar tidak terlalu padat. Rumput serta gulma yang akan mengganggu pertumbuhan tanaman sebaiknya disingkirkan.

Lahan penanaman mungkin perlu diberi kapur pertanian untuk menetralisir PH atau keasaman tanah, caranya taburkan pada tanah yang sudah dicangkul tersebut. Tunggu kurang lebih satu Minggu agar kapur pertanian sudah meresap ke dalam tanah untuk siap ditanami.

Budidaya

Pembibitan dilakukan dengan cara memotong batang tanaman. Pilihlah batang tanaman yang sudah tua, potong _ potong sekitar 15 cm. Cara Budidaya Tanaman Cincau Hitam selanjutnya adalah proses penanaman. Setelah lahan disiapkan dan didiamkan kurang lebih selama satu minggu maka proses penanaman bisa dimulai.

Buatlah lubang – lubang kecil untuk menanam batang _ batang tanaman cincau hitam. Ingat, jangan sampai terbalik dalam penancapan batang tanaman cincau hitam karena bisa jadi batang tidak akan tumbuh. Biasanya mulai 5 hari tanaman cincau hitam terlihat tumbuh tunas daun muda.

Pada saat umur tanaman cincau berumur satu bulan lakukan pemupukan awal. Pemupukan bisa dilakukan dengan pupuk organik dan non organik. Saat ini pupuk organik juga sudah banyak beredar di toko – toko pertanian. Jika menggunakan pupuk non organik, caranya buatlah lubang kecil dengan jarak 10 – 15 cm dari pohon dan masukan pupuk ke dalam lubang kecil tersebut. Pemupukan kedua dilakukan pada saat tanaman berumur 2 bulan. Caranya sama dengan pemupukan pertama.

Rumput dan gulma bisa menghambat pertumbuhan tanaman cincau hitam, karena itu perlu dibersihkan. Saat membersihkan rumput dan gulma ini sebaiknya tuntas sampai ke akarnya agar tidak cepat tumbuh lagi.

Gangguan

Beberapa jenis Hama yang biasanya menyerang tanaman cincau hitam antara lain Ulat daun, Ulat Jengkal, dan Rayap Putih. Penanganannya bisa dilakukan secara manual dengan memungutinya dan memusnahkan, tapi jika sudah menyebar maka langsung saja semprot dengan pestisida (utamakan menggunakan pestisida organik atau alami).

Dan Bubuk Batang adalah Penyakit yang menyerang tanaman cincau hitam ini. Penyakit ini biasanya menyerang pada saaat tanaman berumur 10 – 20 hari. Cara mengatasinya adalah dengan fungisida.

Fungsi Arsitektural dan Ornamental

Tanaman cincau hitam dapat dimanfaatkan sebagai tanaman penutup tanah atau groundcover dalam lanskap taman. Dalam rangka konservasi lahan, tanaman tersebut dapat ditanam di galengan teras atau ditempat yang berlereng. Hal ini didukung oleh sifat perakaran yang lebat dan kuat mengikat tanah. Dalam lanskap taman rumah, anda bisa menanamnya di pinggiran jalan masuk kerumah atau ditepian area taman.

Pemanenan Pohon Cincau Hitam

Pohon cincau hitam atau janggelan yang telah dipanen dikeringkan dengan cara menghamparkannya di atas permukaan tanah, hingga warnanya berubah dari hijau menjadi cokelat tua. Tanaman cincau yang telah kering inilah yang merupakan bahan baku utama pembuatan cincau hitam.

Sumber gambar: http://darsatop.lecture.ub.ac.id/

Sharing is caring!