Pohon Kecubung, Si Cantik yang Beracun

Datura metel

Nama dan Klasifikasi

Pohon Kecubung memiliki nama latin Datura metel. Genus Datura (Solanaceae) adalah sekelompok kecil tumbuhan perdu tahunan yang biasanya tumbuh di tanah yang kaya nitrogen dengan habitat liar. Anggota dari genus ini berjumlah sekitar 13-14 spesies. Datura metel L (Pohon Kecubung) merupakan salah satu anggota genus Datura dengan habitus berupa tumbuhan perdu dengan sistem perakaran tunggang. Namun di Indonesia, umumnya Kecubung disebut sebagai Pohon Kecubung. Batangnya berongga dan bercabang – cabang. Daunnya sederhana, berbentuk daun bulat telur, tidak merata kasar bergigi.

Etimologi Genus “Datura” berasal dari nama Hindi Datura stramonium (dhatura), umumnya dikenal sebagai Jimsonweed dalam bahasa Inggris. Spesies ini kadang-kadang disebut “Angel’s Trumpet”, tetapi istilah ini biasanya digunakan untuk Brugmansia spp. Nama spesies “metel” adalah nama vernakular Arab untuk tumbuhan.

Secara taksonomi, tanaman klasifikasi pohon kecubung adalah sebagai berikut :

Kingdom         : Plantae
Divisi               : Spermatophyta
Subdivisi         : Angiospermae
Kelas               : Dicotyledoneae
Sub kelas        : Sympetalae
Ordo               : Solanales
Famili              : Solanaceae
Genus             : Datura
Spesies           : Datura metel L.

Asal dan Habitat Pohon Kecubung

Kecubung berasal dari Asia dan Afrika, kemudian tersebar meluas sampai di Amerika. Tanaman ini tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 2100 meter di atas permukaan laut. Tumbuh di tempat – tempat terbuka, tanah yang mengandung pasir dan tidak begitu lembab, padang rumput, semak belukar, hutan yang didominasi oleh jati dan di sepanjang sungai dengan iklim yang kering. Selain tumbuh liar di ladang-ladang, kecubung sering ditanam di kebun halaman rumah sebagai tanaman pagar atau tanaman hias yang berkhasiat obat.

Baca juga: Tanaman Pagar Terbaik Untuk Halaman Rumah Anda

Habitus

Kecubung termasuk tumbuhan jenis perdu yang mempunyai pokok batang berkayu dan tebal. Bercabang banyak, tumbuh hingga ketinggian kurang dari 2 meter. Daun kecubung berwarna hijau berbentuk bulat telur, tunggal, tipis, dan pada bagian tepinya berlekuk lekuk tajam dan letaknya berhadap-hadapan. Ujung dan pangkal daun meruncing dan pertulangannya menyirip.

Bunga tunggal berukuran besar bersisi sama dan berwarna putih atau lembayung. Panjang bunga lebih kurang 12-18 cm, bunga bergerigi 5-6 dan pendek 3-5 cm. Tangkai bunga sekitar 1-3 cm, kelopak bunga bertajuk 5 dengan tajuk runcing. Tabung mahkota berbentuk corong menyerupai terompet, rusuk kuat, dan tepian bertajuk 5, tajuk di mahkotai oleh suatu runcingan. Benang sari tertancap pada ujung dari tabung mahkota dan sebagai bingkai berambut mengecil ke bawah. Bunga mekar di malam hari, membuka menjelang matahari tenggelam dan menutup sore berikutnya.

Baca juga: Taman Bunga Halaman Rumah

Pohon Kecubung yang umum dijumpai berbunga putih, ada pula yang berwarna putih dengan tepian mahkota berwarna ungu dan bunga berwarna ungu. Ada juga kecubung kecil (Datura stramonium L.) yang berbunga kecil dan berduri hitam pada buahnya. Kecubung yang berbunga putih sering dianggap paling beracun dibanding jenis kecubung lainnya yang juga mengandung zat alkaloida.

Buah kecubung hampir bulat yang salah satu ujungnya didukung oleh tangkai tandan yang pendek dan melekat kuat. Bagian luar buah kecubung dihiasi duri-duri pendek dan dalamnya berisi biji-biji kecil warna kuning kecoklatan, diameter buah ini sekitar 4-5 cm. Buah yang masih muda berwarna hijau muda, sedangkan yang sudah tua berwarna hijau tua. Bakal buah pada irisan membujur, bagian bawah beruang 4 dan pada puncak beruang 2. Buah duduk pada dasar bunga yang menebal dan melebar ditambah sisa-sisa dari kelopak.

Baca juga: Pohon Walisongo, Daunnya Unik Buahnya Menarik

Pemeliharaan Pohon Kecubung

Spesies ini memiliki kemampuan pertumbuhan yang cepat; bisa tumbuh hingga 1 m hanya dalam beberapa bulan. Anda bisa menanamnya di tanah berpasir yang memiliki drainase yang baik. Mereka memiliki toleransi rendah terhadap kekeringan. Sebagai tanaman indoor (dalam ruangan) harus ditanam dalam pot besar (lebar> 0,3 m) dan diberi nutrisi setiap dua minggu. Tingginya kemungkinan mencapai 1 m. Untuk menanamnya, tempatkan Pohon Kecubung di lokasi semi ternaungi. Sirami dengan air  secukupnya (sedang). Pohon Kecubung dapat diperbanyak dengan biji dan stek batang.

Gangguan

Pohon Kecubung biasanya tahan terhadap hama dan penyakit, tetapi rentan terhadap tungau laba-laba dalam kondisi tumbuh kering dan penyakit jamur akar dalam kondisi basah. Pada kawasan iklim basah, tanam spesies ini di bagian taman yang lebih kering (mis., Sebagian area terlindung) untuk mencegah penyakit akar.

Fungsi Arsitektural dan Ornamental Pohon Kecubung

Bunganya yang besar dan harum menjadikan Pohon Kecubung sebagai tumbuhan yang menarik sehingga banyak ditanam. Berbagai bagian spesies tumbuhan ini bersifat racun, terutama bijinya. Hindari menanamnya di lanskap taman di mana hewan peliharaan dan anak-anak kemungkinan besar akan melihatnya.

Kecuali potensi racun pada seluruh bagiannya, Pohon Kecubung adalah pilihan yang bagus untuk desain lanskap taman. Kecubung juga merupakan pilihan yang baik untuk ditanam di pot dalam ruangan. Dengan kebiasaan pertumbuhannya yang tegak, paling cocok untuk digunakan sebagai ‘thriller’ dalam kombinasi wadah ‘spiller-thriller-filler’; tanam di dekat bagian tengah pot, dikelilingi oleh tanaman yang lebih kecil dan yang meluber di tepinya.

Pohon Kecubung bisa juga ditanam sendiri dalam wadah yang sesuai. Perhatikan bahwa jika Kecubung ditanam pada kontainer dalam ruangan, mereka mungkin membutuhkan penyiraman lebih banyak daripada di halaman atau lanskap taman.

Daunnya yang besar dan menarik berbentuk hati tetap berwarna hijau tua sepanjang tahun. Buahnya tidak terlalu penting secara ornamen. Teksturnya yang sangat berani dan kasar bisa sangat efektif dalam komposisi taman yang seimbang. Pohon Kecubung adalah tanaman yang membutuhkan tingkat pemeliharaan yang relatif rendah.

Pohon Kecubung dalam lanskap taman direkomendasikan untuk digunakan sebagai; Aksen atau Focal Point, Penggunaan Taman Umum, Penutup tanah, Taman alami dan taman hutan kayu dan Tanaman Kontainer.

Penggunaan lain Pohon Kecubung

Ekstrak bunga Pohon Kecubung digunakan sebagai obat bius sedangkan minyak bijinya digunakan untuk memijat bagian tubuh yang sakit. Ekstrak akar ditaburkan di rumah untuk mengusir ular. Biji bila dicampur dengan tepung sorgum digunakan sebagai umpan racun bagi tikus.

Tanaman kecubung mengandung zat alkaloid yang diketahui merupakan bahan yang dapat digunakan untuk membius dan juga dapat digunakan sebagai obat. Semua bagian tumbuhan kecubung dari akar, tangkai, daun, buah, bunga dan biji mengandung senyawa alkaloid yang sudah dikenal sebagai obat bius. Ahli tanaman obat dari Taman Sringanis Bogor menyatakan bahwa penggunaan daun kecubung yang hanya diremas dan ditempelkan pada dahi bisa membuat orang mabuk.

Gambar oleh Thangarak Kumaravel

Sharing is caring!