Pohon Peneduh Terbaik Untuk Taman Minimalis

Pohon Biola Cantik

Pohon peneduh dihalaman rumah bisa mendatangkan banyak manfaat untuk anda dan keluarga. Salah satu fungsi utama pohon dalam lanskap taman adalah untuk memberikan kenyamanan suhu dengan cara meneduhi lingkungan sekitarnya. Pohon dengan fungsi demikian dapat disebut sebagai pohon peneduh.  Namun bagaimana jika halaman atau taman rumah anda memiliki luasan yang terbatas? Tidak perlu khawatir, anda tetap bisa menanam pohon.

Sebagian spesies adalah pohon ukuran kecil dan sedang yang bisa langsung dimanfaatkan untuk taman minimalis anda. Sebagian spesies lainnya memerlukan pemangkasan yang sesuai agar ukurannya tetap proporsional dengan ukuran taman serta bangunan rumah anda. Beberapa jenis pohon berikut ini mungkin dapat menjadi referensi anda untuk menanam pohon peneduh di halaman atau taman minimalis rumah anda.

Ficus benjamina – Pohon Peneduh yang Anggun

Ficus benjamina
Pohon Beringin dengan Tajuk Menjurai

Ficus benjamina atau Pohon Beringin adalah spesies tumbuhan yang sangat mudah tumbuh di zona iklim tropis. Ia bisa tumbuh di tanah, atap rumah, bahkan menempel pada retakan dinding bagunan. Tingginya dapat mencapai 30 m. Daunnya tunggal bertangkai dengan duduk daun tersebar. Helaian daun berbentuk bulat telur, dan berujung runcing. Daun muda berwarna merah muda atau merah kecokelatan, lalu berubah menjadi hijau tua.

Pohon beringin adalah tanaman berkayu yang sebenarnya berukuran besar. Untuk digunakan sebagai pohon peneduh di taman minimalis anda, beringin dapat dibentuk sebagai bonsai atau topiari dengan ukuran sesuai kebutuhan. Akar gantung adalah fitur menarik dari pohon beringin.

Perbanyakan dapat dilakukan dengan biji, setek batang, dan cangkok. Pemeliharaannya dilakukan dengan menggunakan NPK bernitrogen tinggi (masa pertumbuhan) dan NPK kandungan fosfor tinggi pada masa pembungaan) tinggi. Beringin dapat digunakan sebagai tanaman peneduh karena tajuknya lebar dan ukurannya tinggi serta dapat menjadi point of interest atau focal point.

Baca juga: Beringin Karet (Ficus elastica) Sebagai Tanaman Indoor

Ficus lyrata – Daun Laksana Biola Cantik

Pohon Biola Cantik (Ficus lyrata)

Ficus lyrata dikenal juga sebagai Pohon Biola Cantik di Indonesia, hal ini mungkin dikarenakan penampilan daunnya dengan warna yang cantik. Helaian daun berbentuk bulat telur, kaku, seperti kulit, dan berwarna hijau tua mengilap. Biola Cantik termasuk kategori pohon tinggi dengan bentuk tajuk menyebar.

Buahnya seperti buah periuk dengan bunga di dalamnya. Buah berbentuk bulat dan permukaannya terdapat lekukan-lekukan bernoda putih. Tingginya dapat mencapai 25 m, sehingga untuk menggunakannya sebagai tanaman peneduh taman minimalis perlu dilakukan pemangkasan agar ukurannya tidak terlalu besar. Perbanyakan dapat dilakukan dengan biji, stek, cangkok.

Pemeliharaan: Pemupukan NPK kandungan nitrogen tinggi dapat diberikan pada masa pertumbuhan dan NPK kandungan fosfor tinggi pada masa pembungaan. Pemangkasan dapat dilakukan secara insidental sesuai kebutuhan.

Baca lebih lanjut tentang Ficus lyrata

Filicium decipiens – Tajuk Kiara Payung Seperti Kubah

kerai payung
Kiara Payung

Pohon Kiara Payung merupakan pohon daerah tropis yang berasal dari Afrika Timur dan India Selatan. Meskipun tergolong pohon tropis, orang-orang di luar negeri mengenal pohon ini sebagai Japanese Fern Tree. Tajuk pohon Kiara Payung relatif sangat rindang dan bertajuk luas dengan kemampuan penyerapan CO2 yang baik. Pohon Kiara Payung sering ditemui memiliki tinggi 4-8 meter, namun pohon ini sebenarnya dapat mencapai tinggi 11 meter. Ukuran tinggi tersebut cocok untuk dijadikan pohon peneduh di taman rumah minimalis anda.

Daunnya mengkilap, tersusun bergantian, dengan 5-10 pasang selebaran. Anak daun berbentuk lanset sampai linier atau lonjong sempit – elips (panjang 5 – 16 cm dan lebar 0,5 – 4 cm) dengan seluruh tepi bergelombang namun melengkung. Ada sekitar 30-50 pasang venasi tersier tetapi samar. Tangkai daun memiliki panjang sekitar 1,5 – 11 cm dan bersayap. Panjang Rachis sekitar 15 – 30 cm dan bersayap di kedua sisi (lebar hingga 1 cm).

Baca lebih lanjut tentang Kiara Payung

Gmelina arborea (Jati Putih)

Gmelina arborea atau Jati Putih termasuk tumbuhan asli Indonesia, juga ditemukan di anak benua India. Nama lain dari tumbuhan ini adala, gamar (indonesia), grey teak, yemane (inggris). Pohon ini termasuk dalam kategori pohon sedang dengan ketinggian dapat mencapai 30 meter. Tajuknya berbentuk membulat dan batangnya silindris.

Daun berlawanan-decussate, kebanyakan agak lunak dan lemas; tangkai daun silindris, panjang 5-15 cm, puberulen atau gundul. Daun hijau bulat telur besar, susunan berlawanan-decussate, berukuran panjang sekitar 10 – 25 cm dan lebar 7 – 20 cm, tangkai daun sekitar 5 – 15 cm, daun pada tanaman muda cenderung berlekuk kuat, masing-masing 2 kelenjar besar di pangkal daun.

Bunga berwarna coklat kekuning-kuningan. Bunga tumbuh di ketiak daun dan malai terminal, lebar masing-masing bunga sekitar 2,5 – 5 cm, lobus bawah berwarna kuning dan sekitar 2 kali panjang lobus lainnya.

Jati Putih dapat diperbanyakan dengan biji, stek, cangkok.

Manilkara kauki – Sawo Kecik, Family Sapotaceae

Manilkara kauki adalah pohon sedang dengan tajuk berbentuk piramida yang indah. Warna permukaan bawah daun cokelat kemerahan, sedangkan permukaan atas daun hijau. Kayunya keras, halus, dan berwarna kemerahan. Bunga tunggal dengan mahkota berwarna putih kusam dan berbau harum. Buahnya berbentuk lonjong memanjang dan berwarna cokelat kemerahan atau merah jingga. Buah Sawo Kecik, bila masak mempunyai rasa yang manis dan kadang-kadang terasa sedikit agak sepat.

Pohon Manilkara kauki (Sawo Kecik) berukuran sedang dengan tinggi dapat mencapai 25 m. Diameter batang utamanya dapat mencapai ukuran 100 cm. Daun-daun Sawo Kecik mengelompok pada bagian ujung batang. Di permukaan bawah daun Sawo Kecik berwarna keputihan dan halus seperti beludru dengan tangkai daun tidak menebal, panjang kelopak daun 7 mm.

Sawo Kecik (Manilkara kauki) diperkirakan berasal dari India dan tersebar serta banyak dibudidayakan di kawasan Asia Tropis dan Amerika Tropis. Buah ini masih dapat ditemui di seluruh Indonesia kecuali Kalimantan, namun populasinya sudah mulai langka karena mulai jarang yang membudidayakan.

Perbanyakan dapat dilakukan dengan menanam biji dan cangkok. Pemupukan dilakukan saat pertumbuhan (NPK berkadar N tinggi) dan saat pembungaan (NPK dengan kadar P tinggi). Pemangkasan cukup dilakukan secara insidental.

Selain sebagai pohon peneduh, Sawo Kecik juga digunakan sebagai focal point atau tanaman pengara jika ditanam secara masal.

Maniltoa grandiflora, Pucuknya Unik Seperti Sapu Tangan

Pohon Sapu Tangan (Maniltoa grandiflora)

Maniltoa grandiflora (Famili Fabaceae) termasuk pohon sedang. Spesies tumbuhan ini memiliki keistimewaan pada daun-daun mudanya yang terlihat terkulai, seperti lipatan saputangan. Daun mudanya seperti sutera menggantung ini berubah warna dari hijau muda, kuning kemerahan, hijau, hingga akhirnya hijau tua. Tingginya pohon ini dapat mencapai 15 m. Daunnya majemuk menyirip dan memiliki bunga majemuk berwarna putih.

Pohon Sapu Tangan memiliki beberapa sinonim nama ilmiah, yaitu Maniltoa browneoides, Cynometra browneoides, Maniltoa browneoides, Maniltoa gemmipara. Perbanyakannya dapat dilakukan dengan biji dan cangkok.

Pemupukan dengan NPK berkadar N tinggi dilakukan saat pertumbuhan. Saat pembungaan diberikan pupuk NPK dengan kadar P tinggi. Pemangkasan secara insidental sesuai kebutuhan. Selain sebagai pohon peneduh, pohon dengan daun muda yang unik ini dapat digunakan sebagai point of interest atau focal point.

Murraya paniculata – Kemuning, Harum Bunganya Mengundang

Bunga Kemuning (Gambar oleh Halan Alves dari Pixabay)

Murraya paniculata atau dikenal juga sebagai kemuning (indonesia) dan satinwood (inggris) termasuk pohon rendah. Tajuknya berbentuk membulat. Kemuning dapat ditanam pada area semi naungan atau dibawah sinar matahari langsung.  Tinggi pohon kemuning dapat mencapai 6 m. Tanaman asal India ini berdaun majemuk dan bersirip ganjil dengan anak daun berjumlah 8-9 yang saling berseling. Daunnya hijau berbentuk bulat telur dengan permukaan licin. Anak daunnya bertangkai.

Bunganya di dalam tandan yang berjumlah 8-9 kuntum dan keluar dari ketiak daun atau ujung ranting. Bunganya harum semerbak berwarna putih berukuran kecil. Kelopak bunga lima helai pada tiap kuntum. Kemuning merupakan salah satu jenis tumbuhan yang dapat dijadikan tanaman bonsai.

Perbanyakan dapat dilakukan dengan cangkok dan biji. Pemeliharaan Kemuning dilakukan dengan pemupukan setiap 4-6 bulan dengan pupuk organik. Pemangkasan dapat dilakukan setiap 3 bulan.

Penggunaan Kemuning dalam taman adalah sebagai pohon peneduh dan atau tanaman pembatas (border).

Parmentiera cereifera – Pohon Lilin

Permentiera cereifera atau pohon lilin adalah tumbuhan yang berasal dari Panama. Pohon ini memiliki bentuk tajuk membulat. Keindahan utama terletak pada bentuk buahnya yang unik. Bentuk buah memanjang mirip lilin dan memiliki permukaan licin. Panjang buah antara 30-75 cm. Saat muda buah berwarna hijau, lalu perlahan berubah menjadi kecokelatan. Pohon lilin termasuk kategori pohon berukuran sedang.

Dedaunan bersifat majemuk, dengan 3 helai daun, hijau tua tengah. Bunga lebarnya 5-6cm, berwarna putih kehijauan dengan garis merah. Buah Buah-buahan Panjang 15-60 cm, kasar, kuning saat matang, dengan banyak biji tertanam di dalam daging buah.

Spesies ini telah dikategorikan sebagai spesies yang Terancam Punah dalam Daftar Merah Spesies Terancam Punah IUCN karena bukan spesies umum di daerah jelajah aslinya di Panama dan beberapa bagian dari habitatnya berada di bawah ancaman serius dari aktivitas penebangan.

Pemeliharaan dilakukan dengan pemupukan I kali setiap 4-6 bulan. Pemangkasan dilakukan secara insidental sesuai kebutuhan. Pohon lilin dapat digunakan sebagai tanaman pohon peneduh dan focal point dalam taman

Pisonia grandis – Pohon Wijayakusuma yang Sangat Dihormati

Jika anda berpikir Bunga Wijayakusuma (Famili Nyctaginaceae) tampak seperti kaktus, maka anda tidak sendiri. Namun tumbuhan yang tampak seperti kaktus tersebut bukanlah Wijayakusuma yang asli. Bunga Wijayakusuma yang asli adalah spesies yang bernama Pisonia grandis. Pisonia grandis atau Wijayakusuma dapat tumbuh tinggi hingga lebih dari 15 meter, dengan tajuk berbentuk membulat. Pohon ini cocok untuk digunakan sebagai pohon peneduh.

Daunnya memiliki gradasi warna dari putih kekuningan, hijau pucat, hijau muda, sampai hijau tua. Warna daun tersebut bergantung pada intensitas sinar matahari yang diterima.Bunganya berbentuk seperti terompet dengan kelopak berwarna hijau dan mahkota berwarna putih.

Bunga ini di Indonesia cukup langka dan memiliki sebaran yang sangat sempit. Habitat hidupnya di wilayah yang didominasi dengan pepohonan, daerah terbuka dengan dengan substrat pasir maupun pantai berbatu dan secara alami maksimal hidup di ketinggian 1.200 mdpl. Perbanyakan dapat dilakukan dengan biji dan cangkok.

Polyalthia fragrans – Glodogan Bulat

Polyalthia fragrans atau Glodogan Bulat (Famili Annonaceae) termasuk pohon tinggi yang memiliki bentuk tajuk membulat. Daunnya berwarna hijau mengilap. Panjang daun 15-20 cm dengan ujung menyempit dan tepinya berombak. Dari ketiak daun atau ranting muncul bunga majemuk yang menghasilkan buah. Buah bulat sebesar 2 cm dan berwarna kuning kehijauan.

Ketinggian pohon dapat mencapai 30 m; batang lurus. Daun tanaman ini bersifat aromatik. Percabangan horizontal, menyebar; cabang muda tomentose. Daunnya sederhana, berselang-seling. Agregat buah beri; berry 3-5, 1,5-2 cm, ellipsoid miring sampai bulat telur lebar, tumpul, puber bergerigi, berwarna abu; benih satu, bulat telur, bulat telur.
Perbanyakan dapat dilakukan dengan biji, cangkok Pemeliharaan yang diperlukan adalah pemupukan setiap 4-6 bulan dan pemangkasan secara insidental.

Tanaman ini dapat digunakan sebagai pohon peneduh, tanaman pembatas jalan, tanaman pengarah jalan.

Mimusops elengi – Tanjung

Tanjung (Mimosops elengi)

Pohon Tanjung adalah pohon rendah yang lebat dengan tajuk berbentuk kerucut saat muda, dan tajuk yang lebat, dan bulat saat dewasa. Dapat mencapai tinggi hingga 15 meter, namun relatif jarang ditemui. Kanopi pohon tanjung sangat rimbun dan tumbuh secara simetris, sangat efektif sebagai pohon peneduh. Perawatan minimalis cukup untuk menjaga kesehatan pohon ini, karena pohon tanjung relatif tahan terhadap berbagai gangguan lingkungan.

Karena ketahanannya, pohon Tanjung sering dimanfaatkan sebagai tanaman peneduh tepi jalan yang relatif panas dengan polusi udara yang tinggi. Daunnya yang tidak mudah rontok dan rantingnya tidak mudah patah akan mengurangi waktu dan tenaga untuk menjaga kebersihan halaman atau taman rumah anda.

Karena ukurannya yang ringkas membuatnya sangat cocok untuk tepi taman rumah minimalis yang lebih sempit, dan juga memiliki daya tarik tambahan berupa bunga yang harum.

Syzygium oleana – Pucuk Merah, Family Myrtaceae

Pucuk merah (Syzygium oleana) adalah pohon rendah yang termasuk satu keluarga dengan pohon daun salam dan kelompok jambu air. Total ada kurang lebih 1.100 spesies dari genus Syzygium, semuanya memiliki daun beraroma khas saat diremas-remas. Pohon ini menjadi menarik karena perubahan warna yang ditunjukkan daunnya dalam pertumbuhannya. Daun muda pucuk merah tampak merah cerah dan semakin hijau bila semakin tua.

Pucuk merah sering dimanfaatkan sebagai pembatas, tanaman hias dalam pot dan bisa menjadi tanaman peneduh jika dibiarkan besar. Pucuk merah memiliki percabangan yang rapat sehingga membentuk kanopi yang masif. Kanopi yang masif tersebut menjadikan pohon pucuk merah mudah dibentuk dengan pemangkasan dan cocok untuk di gunakan dalam taman bergaya eropa.

Syzygium polyanthum – Pohon Salam, Peneduh Multimanfaat

Syzygium polyanthum
Pohon Daun Salam

Pohon salam adalah pohon berukuran sedang dengan tajuk yang lebat; ia dapat tumbuh hingga setinggi 30 meter. Diameter batang bisa sampai 60 cm. Tajuk pohon berbentuk silinder atau lonjong, ranting berwarna coklat keabu-abuan, dan kulit batang bersisik abu-abu. Dedaunan berseberangan, bertangkai tipis kasar, berbentuk bulat panjang atau berbentuk tombak. Daunnya banyak digunakan di Indonesia sebagai penyedap makanan, sedangkan tanamannya juga memasok buah yang bisa dimakan, obat, kayu dan pewarna.

Pohon Salam menghasilkan bunga biseksual yang berwarna putih krem, berubah menjadi merah muda atau kemerahan, sedikit wangi, sekitar 0,8–1,3 cm. Kelompok bunga terletak di ujung cabang, atau ketiak daunnya.

Syzygium polyanthum menghasilkan buah berdaging berbentuk bulat pipih bulat, lebar 0,4–1,2 cm, berwarna merah kehitaman keunguan saat masak, dan masing-masing berisi 1 biji. Morfologi Tanaman Individu dengan jarak yang berdekatan yang ditanam dalam barisan dapat dibentuk menjadi pagar atau layar hijau cerah. Spesies ini mudah tumbuh dan membutuhkan sedikit perawatan. Pohon ini juga cocok digunakan dalam taman berkonsep ramah biodiversitas.

Pohon Salam dapat diperbanyak dengan stek, cangkok dan biji. Benih kehilangan viabilitas dalam waktu 4 – 6 minggu. Untuk memperbanyak dengan biji, letakkan buah segar di atas tanah pada lokasi yang teduh. Perkecambahan akan terjadi 1 – 12 minggu kemudian.

Baca juta: Taman Kecil Fungsional Halaman Rumah

Muntingia calabura – Kersen,

Pohon Kersen
Pohon yang disukai banyak satwa liar di perkotaan dan pedesaan

Pohon Kersen (Family Muntingiaceae) yang berasal dari Amerika Latin ini termasuk pohon yang sangat cepat tumbuh dan tidak membutuhkan perawatan intensif, sangat cocok untuk taman dengan gaya minimalis. Kersen termasuk pohon kecil dengan tinggi maksimal 12 m, namun lebih sering ditemui dengan tinggi sekitar 3 m. Percabangan pohon Kersen seperti kipas dan terkulai, sehingga menghasilkan bentuk pohon berjenjang.

Daun Kersen selalu hijau dengan panjang sekitar 4-14cm dan lebar 1-4cm. Daunnya sederhana, bulat telur-lanset, hijau tua dan berbulu halus di sisi atas, asimetri pangkal helai daun, dan tepi daun bergerigi. Bunga memiliki kelopak putih dan lebar 1,25-2cm dengan 5 kelopak hijau, 5 kelopak putih dan banyak benang sari kuning menonjol. Buah berdiameter 1-1,25cm, dengan kulit halus merah atau kadang-kadang kuning jingga. Beberapa ribu biji kecil ditemukan di daging buah yang lunak, tetapi terlalu halus untuk diperhatikan saat makan. Ia mampu berkembang baik dalam kondisi asam dan basa, dan tahan kekeringan tetapi tidak toleran terhadap garam.

Tingginya dapat mencapai 12 meter, namun lebih sering ditemui memiliki tinggi 3-6 meter. Kersen memiliki tajuk atau konopi berbentuk payung. Buah kersen disenangi banyak jenis burung sehingga sangat cocok untuk anda yang senang dengan kunjungan burung liar.

Tidak hanya burung, buah kersen juga bisa dimakan manusia. Bahkan sudah ada penelitian yang menyatakan bahwa buah ini memiliki nutrisi yang sangat tinggi sehingga dapat memberikan manfaat kesehatan untuk manusia.

Baca lebih lanjut tentang Pohon Kersen disini.

Terminalia mantaly – Ketapang Kencana, Pohon Peneduh dengan Kanopi yang Menawan

Ketapang Kencana (Terminalia mantaly)

Terminalia mantaly atau Ketapang Kencana termasuk kelompok pohon sedang, tingginya dapat mencapai 20 meter. Daunnya agak hijau mengkilap, berbintik-bintik, tepi tidak rata hingga berwarna crenate. Bunga kecil, kehijauan, tidak ada kelopak, bergerombol di sepanjang tangkai tegak (panjang hingga 5 cm). Buah-buahan halus, buah berbiji tidak bersayap, berwarna hijau saat mentah. Cocok sebagai pohon hias di sepanjang jalan dan di taman, karena penampilannya yang formal rapi, apalagi megah jika ditanam secara massal.

Ketapang Kencana memiliki kanopi yang tampak rapi dan cantik, ramping dengan ranting membentang dan bertingkat sehingga tepat untuk dijadikan sebagai peneduh halaman. Pohon ini juga memiliki batang ramping yang tumbuh lurus. Meskipun pohonnya tinggi, dengan pemangkasan yang tepat, pohon ini bisa tampak tetap rapi untuk ditanam di halaman rumah sempit atau taman dengan gaya minimalis. Tajuk teratur diatur dalam tingkatan berlapis.

Baca juga: 7 Jenis Pohon Peneduh Untuk Taman Minimalis Halaman Sempit

Sharing is caring!