Taman Bunga, Tips Membangunnya di Halaman Rumah

Bunga dapat membuat semua lanskap menjadi lebih indah, namun tentu ada syaratnya. Ada beberapa hal yang perlu anda ketahui tentang bagaimana mendesain taman bunga di halaman rumah. Penerapan tips ini dapat membantu anda untuk mendapatkan efek yang maksimal. Dengan mengingat konsep-konsep ini, anda dapat membuat halaman yang dipenuhi bunga hingga anda terlihat seperti profesional.
Jadi, langsung saja, berikut adalah beberapa tips yang bisa diterapkan untuk membangun lanskap taman bunga di halaman rumah.

1. Kenali Karakteristik Bunga

Gardenia jasminoides
Bunga Kembang Gardenia

Desain taman bunga yang terbaik adalah desain dengan menggabungkan beberapa jenis tanaman berbunga. Beberapa kelompok yang bisa ditambahkan misalnya tanaman keras berumur panjang, semusim jangka pendek (tapi mekar panjang), umbi musiman, rumput hias, dan tanaman merambat. Sebelum Anda benar-benar mulai mendesain taman bunga Anda, lakukan sedikit riset. Anda perlu melakukan riset tentang jenis tanaman apa yang akan tumbuh paling baik di daerah Anda, warna dan tekstur apa yang mereka tawarkan, dan perawatan khusus apa pun yang mungkin mereka butuhkan.

Baca juga: Pohon Kecubung, Si Cantik yang Beracun

2. Pilih Gaya Desain Taman Bunga Anda

Preferensi pribadi Anda (atau gaya arsitektur rumah Anda) dapat menjadi dasar pemilihan gaya dan ukuran taman Anda. Ide dan gaya desain taman bunga yang berbeda akan membutuhkan jenis tanaman yang berbeda pula. Misalnya, lanskap bergaya kontemporer mungkin mengambil pendekatan minimalis dan menonjolkan secara jelas hamparan bunga dengan garis-garis tegas. Taman bergaya cottage, mengarah pada pendekatan padu padan dengan jalan berkelok-kelok dan bentuk bedengan. Jika Anda senang membawa bunga ke dalam ruangan, pertimbangkan juga untuk menanam bunga potong perennial.

Baca juga: Cara Memelihara Mawar Mini dalam Pot

3. Tentukan Bentuk dan Ukuran Taman Bunga

taman bunga semarak alamanda

Tanaman berbunga dapat diatur di hamparan hampir semua bentuk dan ukuran, dari persegi panjang yang luas hingga bedengan sudut yang mungil. Untuk mendapatkan gambaran tentang bagaimana taman bunga Anda akan cocok dengan lanskap Anda yang lain, gunakan selang taman untuk membuat garis tepi sebelum Anda mulai menggali.

Berjalan di sekitar bedengan areat tanam; lihatlah bedengan yang akan dibuat dari setiap sudut pandang. Uji apakah Anda dapat mengakses tanaman di tengah atau jika Anda perlu membuat jalur. Jika Anda secara khusus mencari ide taman bunga untuk pemula, mulailah dari yang kecil. Anda selalu dapat memperluas rencana Anda jika Anda mau, atau membuatnya lebih besar tahun depan.

4. Memilih Tanaman Berbunga

Bunga Kamboja untuk Taman Bunga
Bunga Kamboja, dengan Warna Bunga yang Anggun

Setelah Anda memutuskan desain, bentuk, dan ukuran taman bunga Anda, saatnya untuk menerapkan penelitian tentang tanaman yang sudah Anda lakukan sebelumnya. Pertimbangkan tanaman yang akan menjadi focal point atau pusat perhatian dalam taman anda, ukuran bunga, masa berbunganya (sepanjang tahun atau musiman), waktu mekar, dan kombinasi warnanya. Pertimbangkan juga tentang atribut bonusnya seperti aroma harumnya dan apakah bunganya akan menarik kupu-kupu, burung madu, dan penyerbuk lainnya.

5. Evaluasi Ukuran Tanaman Taman Bunga

Bunga Allamanda Taman

Pertimbangkan tinggi maksimal tanaman saat menentukan pilihan Anda. Misalnya, jika Anda ingin menanam taman fondasi warna-warni di sepanjang bagian depan rumah, tanaman tertinggi harus diletakkan di belakang, tetapi tidak boleh terlalu tinggi sehingga menghalangi jendela atau pintu. Jika desain taman bunga Anda adalah sebuah pulau, tanaman tertinggi harus ditempatkan di tengah. Juga perhatikan ukuran keseluruhan tanaman yang matang untuk memastikannya memiliki cukup ruang untuk tumbuh tanpa memenuhi tanaman di sebelahnya atau terlalu banyak tumpah dari bedengan.

Baca juga: Jenis-jenis Pohon Peneduh untuk Taman Rumah Minimalis

6. Perhatikan Waktu Mekarnya Bunga

Taman bunga yang dirancang dengan baik mencakup berbagai tanaman dengan bunga sepanjang tahun dan waktu mekar yang terhuyung-huyung. Evaluasi kedua faktor sebelum memilih tanaman. Anda tentu tidak ingin membuat taman yang penuh warna di musim panas tetapi gundul di musim gugur. Itulah alasan lain mengapa penting untuk menggabungkan berbagai jenis tanaman: Lebih mudah untuk memastikan semua musim tertutup. Misalnya, Anda dapat mengandalkan semak untuk menghasilkan bunga musim semi dan struktur musim dingin, tanaman keras musim panas, dan tanaman semusim yang mekar di musim gugur dalam desain taman bunga Anda.

7. Tambahkan Bunga dan Dedaunan Pelengkap

Tanaman Puring
Daun Puring yang beraneka warna bisa menjadi pelengkap taman bunga Anda

Membuat kombinasi warna terbaik dalam desain taman bunga Anda bisa jadi rumit. Salah satu cara terbaik yang bisa anda gunakan adalah roda warna. Misalnya, taman yang ditanam dalam nuansa warna yang sama, seperti merah muda, enak dipandang. Warna bersebelahan pada roda warna, seperti ungu dan merah, terlihat serasi, seperti halnya warna yang saling berhadapan, seperti ungu dan kuning. Dedaunan juga dapat memberikan tekstur dan warna yang sangat dibutuhkan untuk daya tarik visual saat bunga layu.

Baca juga: Tanaman Hias Terpopuler untuk Rumah Anda

8. Gunakan Repetisi

Saat menyusun desain taman bunga Anda, usahakan agar lebih dari satu dari setiap jenis tanaman diulang di seluruh bedengan bunga. Ini adalah trik desain visual yang menciptakan kekompakan sehingga petak bunga terasa tidak terlalu campur aduk dibandingkan dengan kumpulan tanaman yang berantakan. Dan tambahkan setidaknya tiga (atau bilangan ganjil) dari jenis tanaman yang sama dalam pengelompokan paling enak dipandang dan terasa lebih dinamis (berlawanan dengan tampilan yang lebih simetris dari bilangan genap).

9. Tentukan Focal Point Taman Bunga

bunga matahari bisa menjadi focal point dalam taman bunga
Bunga Matahari dengan Ukurannya yang Besar bisa dijadikan Focal Point

Setiap bedengan area tanam pada taman, besar atau kecil, membutuhkan titik fokus yang memberikan mata pengunjung tempat untuk memulai sebelum beralih ke sisa petak bunga lainnya. Ini bisa berarti memasang bedengan area tanam yang besar dengan semak tanaman teh-tehan di sudutnya dan semak berbunga di tengahnya atau menanam sekumpulan bunga tunggal di tengah perbatasan yang tipis. Anda juga bisa menambahkan karya seni taman yang menarik.

Baca juga: Focal Point dalam Desain Lanskap

10. Tambahkan Hardscape

Elemen hardscape, seperti pergola dan teralis adalah pelengkap cantik untuk desain lanskap taman bunga. Jika Anda membuat area tanam yang mengalir dari halaman depan ke halaman belakang, misalnya, punjung sederhana yang dibungkus dengan mawar panjat dapat membantu menandai transisi dari ruang publik ke ruang pribadi. Mereka juga dapat berperan sebagai focal point.

11. Siapkan Area Tanam

Setelah Anda memutuskan semua elemen yang Anda inginkan dalam desain lanskap taman bunga Anda, inilah saatnya menyiapkan bedengan area tanam dengan membersihkanya dari rumput, gulma, atau puing-puing barang lainnya tempat Anda ingin menanam. Jika ini adalah bedengan area tanam baru yang kosong, tambahkan banyak kompos untuk meningkatkan kualitas tanah untuk bunga Anda.

Anda mungkin ingin memiliki jalan setapak yang melewati taman bunga Anda. Jika memang demikian, bangun terlebih dahulu jalan tersebut sebelum menanam untuk memastikan ada cukup ruang untuk semuanya. Anda mungkin juga ingin menambahkan pembatas tepi, seperti pavers atau bahan lain pada saat ini, atau Anda bisa juga melakukannya setelah Anda selesai menanam.

12. Tanam, Air, Mulsa, dan Nikmati Pemandangannya

Sekarang, saatnya membeli tanaman Anda! Lakukan yang terbaik untuk tetap berpegang pada daftar yang sudah Anda buat; mudah untuk terbawa suasana saat Anda bertatap muka dengan semua pilihan yang indah. Saat masih di dalam pot pembibitan, letakkan tanaman Anda di atas tanah di mana Anda ingin menananmnya sebelum Anda menggali lubang. Dengan begitu, mudah untuk melihat apakah Anda memiliki cukup tanaman untuk mengisi ruang secara memadai atau melakukan penyesuaian penataan taman bunga anda.

Setelah anda rasa cukup baik, mulailah menggali dan memasukkan tanaman ke dalam media tumbuh barunya. Bunga yang baru ditanam harus disiram dengan baik. Kemudian tambahkan 3 – 5 cm mulsa ke seluruh bedengan. Pantau curah hujan dan air Anda sesuai kebutuhan, pastikan tanaman Anda menerima sekitar 2,5 cm air seminggu.

Image by Alfons Schüler from Pixabay

Sharing is caring!