Taman Formal untuk Rumah Tinggal

taman gaya formal

Pengertian Taman Formal

Apa itu taman formal? Gaya taman ini adalah ruang hijau yang sepenuhnya terencana yang menunjukkan dominasi manusia atas lingkungan sekitarnya. Taman bergaya formal selalu mengandalkan bentuk geometris seperti, persegi dan segitiga, serta garis lurus, dan biasanya berkonsentrasi pada tanaman berdaun hijau, bukan bunga. Anda dapat menggunakan ide desain formal untuk mengisi seluruh halaman belakang atau hanya menambahkan aksen untuk sudut halaman yang memberi kejutan.

Baca juga: Macam-macam Gaya Teman Populer

Apa itu Desain Taman Formal?

Ketika Anda membayangkan taman bergaya formal, Anda mungkin membayangkan rumah bangsawan besar di Inggris dan Prancis pada beberapa abad yang lalu, apa yang Anda pikirkan tidak jauh dari kenyataannya. Desain formal modern mengambil cita rasanya dari ide-ide tersebut dan menskalakannya untuk ukuran rumah pada umumnya.

Taman bergaya formal berasal dari peradaban Mesir kuno dan mulai menyebar ke seluruh Eropa selama abad ke-16. Desain gaya formal adalah tentang keteraturan dan keseimbangan. Penanaman simetris, jalur yang terdefinisi dengan baik, dan tanaman yang dipangkas semuanya berkontribusi pada suasana formal pada desain taman.

Konsep Taman Formal

Hal mendasar yang harus dipertimbangkan jika ingin membangun taman di depan rumah anda dengan gaya formal, maka sebaiknya rumah anda memiliki penampakan yang simetris. Misalnya jika dipandang dari depan, bagian kiri dan kanan idealnya tampak serupa. Jika tidak, taman dan rumah akan menunjukkan perbedaan konsep dan hal ini menjadikan penampakannya tidak memiliki kesatuan.

Cara termudah untuk membuat desain formal adalah dengan melakukan penempatan tanaman secara simetris. Buat garis tengah atau sumbu yang melewati area taman Anda, dan atur penanaman di kedua sisi sumbu yang merupakan bayangan cermin satu sama lain. Taman bergaya formal biasanya menarik poros utamanya dari rumah, jadi hubungkan jalur utama ini ke rumah Anda pada bagian tertentu. Bisa jadi bagian rumah tersebut adalah pemandangan dari ruang keluarga, ruang makan, atau dek. Anda bisa menempatkan sesuatu di tengah taman sebagai focal point.

Buat poros tengah sebagai jalur di taman Anda, dengan jalur lain yang keluar dari jalur tersebut. Tempatkan sculpture, bangku atau fitur air di ujung sumbu untuk menjadi point of interest melalui taman. Gunakan poros tengah taman ini sebagai titik acuan untuk mengembangkan semua aspek taman lainnya.

Baca juga: Membangun Taman Bunga di Halaman Rumah

Desain bergaya formal menonjolkan bentuk geometris — biasanya sudut siku-siku, tetapi kurva juga bisa digunakan. Rahasianya adalah membuat bentuk yang terdefinisi dengan baik dan dapat dikenali. Biasanya, bentuk ini bisa didefinisikan dengan area penanaman, tetapi juga bisa menjadi bagian dari hardscape.

Jalur sirkulasi dalam desain formal harus ditentukan dengan baik. Bentuknya bisa berupa tutupan rumput, kerikil, batu atau bata. Jika Anda memilih rumput, Anda perlu menyediakan waktu untuk jalur tepi secara manual untuk menjaga formalitas taman. Atau Anda mungkin memilih untuk menentukan batas tepi dengan tepi logam atau batu bata atau paving.

Banyak desain formal modern yang mengandalkan jalan setapak dari batu, bata, atau paving block. Untuk menghemat dana, Anda selalu dapat memulai dengan jalur rumput, beralih ke kerikil pada waktu yang tepat, dan suatu hari menambahkan jalur batu bata atau batu saat anggaran Anda memungkinkan. Jalur kerikil memang membutuhkan perawatan untuk menjaga gulma tetap terkendali. Cabut gulma dengan tangan, atau obati dengan herbisida atau cuka saat masih muda.

Baca juga: Taman Kecil Fungsional Halaman Rumah

Tanaman dan Penanaman

Penanaman dalam desain formal juga mencerminkan rasa keteraturan dan simetri. Penanaman yang sebenarnya dapat diulangi di bedengan cermin, atau dapat diulangi di area penanaman yang berbeda di sepanjang sumbu tengah. Mengulangi warna di sepanjang sumbu taman adalah cara lain untuk meningkatkan nuansa formal sebuah taman.

Tanaman pagar yang terpotong rapat dan teratur merupakan ciri khas taman bergaya formal. Untuk membuat taman simpul, tanaman pagar dapat ditanam dengan pola yang rumit. Tanaman pagar yang relatif umum digunakan adalah teh-tehan, pucuk merah dan asoka. Pagar juga bisa setinggi lutut dan digunakan untuk menonjolkan penanaman tertentu. Cara ini cocok dengan desain taman mawar formal, karena pagar dapat menyembunyikan batang basal mawar yang telanjang. Tanaman pagar yang lebih tinggi dapat membagi ruang pada taman dan bahkan labirin taman.

Baca juga: Pohon Peneduh Untuk Taman Minimalis

Desain taman bergaya formal biasanya menyertakan pohon dengan bentuk yang dipangkas khusus atau umum disebut sebagai topiari. Tukang kebun sering menggunakan teknik seperti pleaching atau espalier untuk membuat pohon menjadi bentuk yang lebih teratur. Anda dapat menghindari beberapa tugas pemangkasan dalam desain taman formal dengan memilih pohon yang menawarkan tampilan rapi.

Beberapa contoh tanaman yang bisa anda gunakan misalnya seperti Pucuk Merah (Syzigium oleina), Ketapang Kencana (Terminalia mantaly), atau Beringin (Ficus benjamina). Anda juga bisa melakukan riset sendiri untuk menemukan tanaman lain yang mungkin lebih sesuai dengan preferensi pribadi anda dalam bentuk pohon dan semak kerdil yang memiliki bentuk yang jelas.

Taman formal juga merupakan tempat yang tepat untuk memamerkan topiary, baik berukuran kecil maupun besar. Carilah bentuk topiary mawar untuk warna atau evergreen untuk bunga musim dingin yang kuat. Pohon buah dalam kemasan, tanaman keras, dan mawar bersinar dalam desain taman bergaya formal.

Featured image dari https://www.hippopx.com/

Sharing is caring!