Taman Hujan, Apakah itu? Apa Pentingnya?

rain garden

Taman Hujan (Rain garden) sering disalahpahami, kesalahpahaman atas istilah ini berkisar pada pengertian dan apa pentingnya Anda memilikinya. Mungkin Anda pernah mendengar taman hujan (rain gardens) penting bagi lingkungan, atau Anda pernah mendengar bahwa itu adalah taman kecil yang berada di area basah di halaman Anda.

Memang benar bahwa rain garden adalah sebuah konsep ramah lingkungan, tetapi sebenarnya ada begitu banyak manfaat lain dari proyek taman hebat ini yang akan membuat Anda menginginkannya di halaman Anda sendiri.

Definisi

Apa Itu Taman Hujan?
Taman hujan adalah lanskap, depresi dangkal yang menangkap, menyaring air hujan dan mengisi kembali sumber air kita.

Taman hujan, pada intinya, adalah taman yang digunakan untuk mengumpulkan dan menampung air hujan. Rain garden mengumpulkan air hujan dari permukaan kedap air seperti atap, trotoar, jalan masuk, teras, tempat parkir, atau halaman yang tergenang air untuk waktu yang terbatas, memungkinkan air meresap kembali ke tanah, mencegah limpasan mencapai saluran air.

Membangun rain garden di komunitas kita sangat penting untuk kesehatan sistem hidrologi lingkungan kita. Karena ruang hijau kita menjadi semakin terbangun, rain garden akan menjadi penting bagi lingkungan. Mereka memainkan peran besar dalam menjaga saluran air kita dari limpasan yang memungkinkan nonpoint source pollutant masuk ke sistem hidrologi lingkungan.

Apakah Nonpoint Source Pollutant itu?

Nonpoint source pollutant (NPS) adalah polutan yang diambil dan dibawa ke saluran air oleh limpasan air (air hujan) yang mengalir di atas atau melalui tanah. Contoh NPS meliputi:

  • oli motor
  • bensin
  • pupuk
  • herbisida dan pestisida
  • kotoran hewan peliharaan

Karakteristik Taman Hujan

Taman hujan adalah cara personal Anda untuk mempraktikkan pengelolaan lingkungan secara bertanggung jawab. Taman khusus ini semuanya memiliki beberapa fitur yang membuatnya berbeda dari hamparan bunga di halaman rumah Anda. Rain garden harus bisa mengurangi air limpasan, jadi harus ditempatkan di lokasi yang memungkinkan taman menampung air.

Tanaman yang digunakan di taman hujan haruslah menggunakan spesies asli/lokal. Tanaman asli mengendalikan erosi dengan menstabilkan tanah dan meningkatkan laju pengisian ulang air.

Terakhir, taman hujan harus mengisi ulang air tanah. Saat memasang rain garden, Anda tidak perlu membuat kolam; idealnya, taman harus menjadi kering dalam waktu 24 jam setelah hujan deras.

Baca juga: Berkebun di Rumah Agar Tetap Sehat

Bagaimana Cara Kerja Rain Garden?

Prinsip kerja taman hujan cukup sederhana. Anda tentu pernah melihat atau memelajari air mengalir menuruni bukit sebelumnya dan telah melihat genangan di halaman rumput perlahan menghilang. Rain garden menciptakan saluran ke area depresi buatan atau berfungsi sebagai depresi buatan, di mana air akan terkumpul dan masuk ke tanah secara perlahan. Laju penyerapan air dikendalikan dengan memperkirakan jumlah limpasan yang masuk ke taman hujan.

Jumlah limpasan menentukan kedalaman cekungan dan ukuran taman hujan. Penyerapan akan dibantu dengan menambahkan tanaman asli dengan sistem perakaran yang dalam atau memperbaiki tanah jika tidak ideal. Tes sederhana dapat dilakukan untuk memeriksa drainase tanah di tapak halaman Anda sebelum Anda mulai bekerja. Tanaman dan tanah asli juga akan menyaring semua kontaminan dalam limpasan sebelum memasuki air tanah.

Tip
Cara melakukan uji penyerapan air:

  • Gali lubang di situs taman hujan Anda, sedalam 12 inci dan lebar enam inci.
  • Isi lubang dengan air dan diamkan hingga semuanya terkuras ke dalam tanah.
  • Isi kembali lubang tersebut sehingga ada air satu inci dari atas. Dorong pensil ke sisi lubang untuk menunjukkan ketinggian air awal. Periksa jam berapa sekarang dan ukur seberapa dalam air di lubang Anda dengan penggaris.
  • Ukur seberapa dalam air dengan penggaris setiap jam setidaknya selama empat jam.
  • Cari tahu berapa inci air yang dikeringkan per jam.

Pertimbangan Sebelum Membuat Taman Hujan

Membangun taman hujan yang fungsional dan menyenangkan secara estetika tidak mengharuskan Anda untuk menyewa penata taman atau ilmuwan lingkungan. Dengan bantuan beberapa asisten (teman, anggota keluarga, tetangga), Anda dapat menyelesaikan proyek selama akhir pekan, tetapi anda harus membuat perencanaan.

Anggaran

Anda bisa menganggarkan sekitar IDR 75.000 per kaki persegi untuk proyek tersebut. Sebagian besar anggaran Anda akan dihabiskan untuk bahan tanaman. Belilah tanaman di pembibitan lokal yang mengkhususkan diri pada jenis tanaman lokal atau tanam sendiri dari benih untuk menghemat uang untuk membeli tanaman.

Carilah penjual tanaman lokal yang menawarkan tanaman lokal untuk dijual, karena banyak layanan penyuluhan menawarkan penjualan tanaman musim semi yang akan menawarkan tanaman yang sempurna untuk rain garden. Dengan membangun taman hujan sendiri, Anda akan menghemat banyak uang dibandingkan membayar seseorang untuk memasangnya untuk Anda.

Baca juga: Panduan Desain Lasnkap untuk Taman Rumahan

Pemilihan tapak/lokasi Taman Hujan

Hal terpenting saat merencanakan taman hujan adalah pemilihan lokasi. Menempatkan rain garden Anda di tempat yang tidak mendapat air atau terlalu banyak air akan menggagalkan tujuannya. Anda perlu melihat-lihat dan memilih tempat di antara dua permukaan yang tahan air, misalnya, atap, halaman, dan jalan. Periksa di mana air mengalir dari atap dan keluar dari halaman, dan mengalir ke jalan. Potongan-potongan informasi ini akan memberi tahu Anda lokasi rain garden dan saluran masuk dan keluar Anda.

Perencanaan Tamah Hujan

Untuk mendesain dan menata taman, Anda perlu menentukan kedalaman dan ukurannya, memperkirakan jumlah limpasan, dan menggunakan uji perkolasi tanah yang disebutkan di atas. Penempatan tanaman perlu dilakukan secara khusus agar serapan air dan kesehatan tanaman optimal.

Di bagian paling tepi taman, tanaman perlu mentolerir kondisi kering. Tanaman yang dipasang di sepanjang lereng sebaiknya tanaman yang dapat tumbuh subur pada kondisi yang terkadang kering atau basah. Di bagian rain gaden terdalam, yang disebut sebagai dasar/alas, Anda bisa menempatkan tanaman yang mampu menangani tanah basah dalam waktu yang lama.

Bagian terakhir dari perencanaan sebelum meletakkan sekop ke tanah, anda mungkin perlu menghubungi pihak terkait untuk mengetahui jaringan utilitas disekitar halaman rumah agar anda bisa membangun rain garden dengan aman di area tersebut sebelum memulai proyek.

Lakukan panggilan ini sebelum Anda menggali untuk mencegah kerusakan properti dan cedera Anda dan orang yang Anda cintai. Tandai area taman Anda dengan cat semprot lanskap putih sebelum mereka tiba.

Featured image by Philadelphia Water Department

Sharing is caring!