Taman Jepang, Gaya Taman yang Menenangkan

taman jepang

Taman Jepang dirancang untuk kontemplasi yang tenang. Desain taman ini berkaitan erat dengan filosofi Buddha, Shinto dan Tao dan berusaha untuk menyediakan surga spiritual bagi pengunjung.
Fokus utama dari taman Oriental adalah alam. Unsur-unsur taman Jepang meniru atau melambangkan unsur alam. Dengan demikian, bentuk geometris dan batu buatan tidak umum dalam desain lansekap taman Jepang. Semakin alami dan harmonis sebuah taman, semakin kondusif untuk kontemplasi.

Ada empat elemen penting yang digunakan dalam desain taman Jepang: batu, air, tanaman, dan ornamen.
Saat memilih dan mengatur elemen-elemen ini di ruang Anda, penting untuk mengingat prinsip-prinsip desain utama taman Jepang, yang meliputi asimetri, penutup, pemandangan pinjaman, keseimbangan, dan simbolisme. Prinsip-prinsip ini akan bekerja sama untuk menciptakan keseimbangan yang tepat di taman Jepang Anda.

Gunakan kiat-kiat berikut ini:
Di bagian ini, Anda akan menemukan tip dari para profesional lansekap tentang:

  • Pilih bahan paving sederhana dan alami, termasuk kerikil, batu alam dan beton agregat terbuka.
  • Lembutkan tepi teras dan jalan setapak beraspal dengan menghindari garis lurus, tekankan pada bentuk bebas dan bentuk organik, dan gunakan tanaman penutup tanah untuk menyamarkan tepinya.
  • Gunakan jenis tanaman yang selalu hijau dalam berbagai bentuk, ukuran dan tekstur. Beberapa tanaman semak yang bisa kita gunakan dalam taman jenis ini diantaranya Rhododendrons (Azalea), Hydrangea (Hortensia), dan Bambu.
  • Pilih pohon untuk yang melambangkan kekuatan dan daya tahan. Beberapa jenis pohon yang bisa digunakan dalam taman dari negara asia timur ini misalnya jenis-jenis pohon konifer seperti pinus dan cemara. Anda juga bisa mencoba menggunakan pohon Agatis.
  • Tambahkan lumut pada bagian yang agak terlindungi (tidak terlalu panas). Lumut membuat penutup tanah yang tampak tenang di area yang lembab dan teduh. Karena lumut tidak mentolerir lalu lintas pejalan kaki dengan baik, tempatkan mereka di antara paving yang menjadi jalur sirkulasi sehingg memungkinkan untuk melewatinya tanpa merusak permukaannya yang lembut.
  • Gunakan batu alam untuk menciptakan titik fokus artistik. Anda bisa menggunakan batu kali asli yang berukuran agak besar atau batu buatan yang meniru bentuk batu alam.
  • Kombinasikan lentera batu, rantai hujan, dan dekorasi taman tradisional Jepang lainnya ke dalam lanskap Anda.
  • Ide untuk fitur air yang terinspirasi dari Jepang dapat mencakup elemen seperti semburan air bambu, cekungan batu, air terjun, dan kolam Koi.
  • Cara merepresentasikan air bisa dilakukan dengan menggunakan kerikil atau pasir yang digaruk dalam pola seperti gelombang.
  • Memilih furnitur, gaya, dan bahan yang menyatu dengan baik di taman Jepang. Anda bisa melengkapi taman Anda dengan kedai teh atau paviliun yang terbuat dari bambu atau kayu. Gunakan struktur untuk menghibur atau untuk melihat pemandangan yang tenang.
  • Temukan cara untuk menutup taman untuk menciptakan lingkungan yang tenang untuk kontemplasi. Elemen kunci dalam gaya taman Jepang adalah menciptakan sketsa yang tidak dapat dilihat sekaligus.
  • Gunakan pagar bambu sederhana untuk menghalangi pemandangan dunia di luar taman Anda dan buat pintu masuknya jelas dengan gerbang dan punjung yang menarik. Anda juga dapat mencoba sendiri untuk menanam bambu sebagai tanaman pagar, yang merupakan salah satu tanaman yang tumbuh paling cepat di dunia.
  • Buat pintu masuk yang ramah menggunakan gerbang Torii, arbors, atau pohon bonsai pot.
  • Gaya jembatan yang umum digunakan di Taman Jepang, termasuk jembatan lengkung kayu sederhana dan jembatan zigzag datar.
  • Tambahkan fitur yang menunjukkan seni memasak Jepang ke taman Anda dengan pemanggang teppanyaki luar ruangan, atau wajan besi datar.
  • Desain taman Jepang terbaik akan menekankan konsep asimetri dan keseimbangan dalam penggunaan elemen esensialnya.

Featured image oleh Alexnewworld from Pixabay

Sharing is caring!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *